Perbedaan Landing Page dan Website Company Profile, Mana yang Anda Butuhkan?
Banyak bisnis memasang iklan lalu mengarahkannya ke beranda website, atau membuat company profile padahal yang dibutuhkan halaman untuk menampung prospek dari iklan. Salah pilih di sini berarti membayar klik iklan yang tidak menghasilkan prospek, atau punya situs yang tidak pernah ditemukan calon klien. Mana yang dibuat lebih dulu bergantung pada dari mana pengunjung Anda datang.
Perbedaan landing page dan website company profile ada pada tugasnya. Landing page adalah satu halaman yang dibuat untuk satu tindakan, misalnya mengisi formulir atau chat WhatsApp, dan biasanya menjadi tujuan klik dari iklan. Website company profile adalah kumpulan beberapa halaman yang menjelaskan siapa perusahaan Anda, apa layanannya, dan cara menghubungi Anda, dan dibuat untuk dibaca dari banyak pintu masuk, termasuk pencarian Google.
Keduanya sering tertukar karena sama-sama berbentuk halaman web dan sama-sama bisa dibuat dengan WordPress atau pembuat halaman lain. Yang membedakan adalah cara Anda mengukur apakah halaman itu berhasil. Kalau ukurannya jumlah orang yang mengisi formulir dari kampanye tertentu, yang Anda butuhkan landing page. Kalau ukurannya calon klien percaya dan menemukan Anda di Google, yang Anda butuhkan company profile.
Pengertian masing-masing
Landing page
Landing page adalah halaman tunggal dengan satu tujuan konversi. Seluruh isinya, dari judul sampai foto, disusun untuk mengantar pengunjung ke satu tombol. Contohnya halaman promo paket pemeriksaan kesehatan sebuah klinik yang hanya berisi penjelasan paket, harga, jadwal, dan tombol "Daftar lewat WhatsApp". Pengunjung tidak diajak membaca sejarah klinik atau melihat daftar dokter lain, karena itu akan membuat mereka berpindah fokus.
Karena tujuannya sempit, satu bisnis bisa punya banyak landing page sekaligus: satu untuk tiap produk, tiap promo, atau tiap kelompok kata kunci iklan.
Website company profile
Website company profile adalah situs perusahaan yang berisi beberapa halaman dengan menu navigasi: beranda, tentang kami, layanan, portofolio atau proyek, artikel, dan kontak. Tugasnya menjawab pertanyaan yang biasa muncul sebelum orang mau bekerja sama. Perusahaan ini siapa, sudah mengerjakan apa, kantornya di mana, dan bisa dihubungi lewat apa. Bagi distributor atau kontraktor yang menang tender lewat presentasi, company profile sering menjadi halaman yang dibuka calon klien setelah rapat pertama.
Tabel perbandingan landing page dan company profile
| Aspek | Landing page | Website company profile |
|---|---|---|
| Tujuan | Satu tindakan: isi formulir, chat, beli, daftar | Membangun kepercayaan dan memberi informasi lengkap |
| Jumlah halaman | Satu halaman per kampanye atau produk | Beberapa sampai puluhan halaman |
| Navigasi | Minim atau tanpa menu, sedikit tautan keluar | Menu lengkap antarhalaman |
| Sumber pengunjung | Iklan berbayar, broadcast WhatsApp, email, tautan bio media sosial | Pencarian Google, nama perusahaan, rujukan, kartu nama |
| Ukuran keberhasilan | Persentase pengunjung yang mengisi formulir atau chat, biaya per prospek | Trafik organik, peringkat kata kunci, pertanyaan masuk, lama kunjungan |
| Masa pakai | Sering sementara, mengikuti promo | Jangka panjang, diperbarui berkala |
Contoh struktur yang baik
Struktur landing page
Ambil contoh landing page untuk jasa cuci sofa yang dipromosikan lewat Google Ads. Urutan yang umumnya bekerja seperti ini:
- Judul yang sama dengan janji di iklan, misalnya "Cuci sofa di rumah, area Bogor dan Depok".
- Satu kalimat penjelas dan tombol utama di layar pertama, tanpa perlu menggulir.
- Foto sebelum dan sesudah dari pekerjaan sendiri.
- Apa saja yang termasuk dalam layanan dan berapa lama pengerjaannya.
- Ulasan pelanggan yang asli, kalau ada.
- Jawaban atas keberatan yang paling sering muncul: apakah sofa basah lama, apakah bahan kulit bisa, ada biaya transport atau tidak.
- Harga atau kisaran harga, lalu tombol yang sama sekali lagi.
Menu situs, tautan ke blog, dan ikon media sosial di bagian atas sebaiknya dihilangkan. Setiap tautan yang tidak menuju tombol utama adalah jalan keluar bagi pengunjung yang sudah Anda bayar untuk datang.
Struktur company profile
Untuk kantor jasa konsultan pajak, misalnya, susunan yang masuk akal adalah:
- Beranda: ringkasan layanan, wilayah kerja, dan jalan pintas ke halaman layanan.
- Satu halaman untuk tiap layanan (pelaporan SPT badan, pendampingan pemeriksaan, konsultasi PPN), masing-masing dengan penjelasan yang cukup panjang.
- Tentang kami: legalitas, alamat kantor, tim yang menangani.
- Portofolio atau studi kasus, tanpa membuka data klien yang tidak mengizinkan.
- Artikel yang menjawab pertanyaan calon klien.
- Kontak dengan peta, jam kerja, nomor WhatsApp, dan formulir.
Pemisahan halaman per layanan ini penting untuk SEO, karena tiap halaman bisa menargetkan pencarian yang berbeda. Kalau Anda sedang menyiapkan situs seperti ini, tim pembuatan website IZZLab bisa membantu menyusun struktur halamannya sejak awal.
Kapan memakai landing page, company profile, atau keduanya
Cukup landing page
Landing page cocok kalau Anda menjual satu produk atau menjalankan promo dengan batas waktu, dan pengunjungnya datang dari iklan atau broadcast. Contohnya toko online yang menjual satu jenis produk herbal lewat iklan media sosial, atau penyelenggara pelatihan yang membuka pendaftaran satu angkatan.
Cukup company profile
Company profile cukup kalau bisnis Anda belum beriklan dan pelanggan datang dari rekomendasi atau tender. Calon klien B2B biasanya mencari nama perusahaan Anda di Google sebelum membalas penawaran, dan situs yang rapi dengan alamat jelas menjawab keraguan itu.
Butuh keduanya
Begitu Anda mulai beriklan, keduanya saling melengkapi. Iklan Google Ads diarahkan ke landing page yang isinya sesuai dengan kata kunci, sementara company profile tetap menjadi tempat orang memeriksa kredibilitas dan menjadi aset yang mendatangkan trafik organik. Google sendiri memasukkan pengalaman halaman landing sebagai salah satu komponen Quality Score, di samping perkiraan CTR dan relevansi iklan, jadi halaman tujuan iklan memengaruhi performa kampanye. Pengelolaan iklan dan halaman tujuannya bisa Anda lihat di layanan Google Ads IZZLab.
Landing page juga bisa berada di dalam domain company profile, misalnya di alamat seperti domainanda.com/promo-cuci-sofa/, cukup dengan menyembunyikan menu di halaman itu. Cara ini lebih rapi daripada membuat domain terpisah untuk setiap promo.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Kesalahan pertama adalah mengarahkan iklan ke beranda. Orang yang mengetik "servis AC Cibinong" lalu mendarat di beranda yang menampilkan lima layanan berbeda harus mencari sendiri informasi yang ia cari. Sebagian akan menutup halaman, dan klik itu tetap Anda bayar.
Kesalahan kedua adalah landing page dengan terlalu banyak tautan keluar. Menu lengkap, tautan ke Instagram, tombol "lihat produk lain", dan artikel terkait membuat halaman terlihat ramai, tapi setiap tautan membagi perhatian dari tombol utama.
Kesalahan ketiga adalah menjadikan company profile sebagai brosur PDF yang dipindah ke web: satu halaman panjang berisi visi misi, tanpa halaman layanan terpisah, tanpa kontak yang mudah ditemukan. Situs seperti ini sulit muncul di Google dan tidak membantu calon klien mengambil keputusan.
Kesalahan keempat adalah janji iklan yang berbeda dengan isi halaman. Kalau iklan menyebut diskon, diskon itu harus terlihat di layar pertama landing page.
Hubungannya dengan SEO
Company profile adalah tempat SEO bekerja. Halaman layanan yang terpisah, artikel yang menjawab pertanyaan, dan struktur tautan antarhalaman memberi Google cukup bahan untuk memahami bisnis Anda. Kalau situs Anda sudah lama tayang tetapi belum terlihat di hasil pencarian, penyebabnya biasanya teknis atau isi, seperti yang dibahas di artikel kenapa website tidak muncul di Google.
Landing page umumnya bukan alat SEO. Isinya pendek, tujuannya konversi, dan banyak yang dibuat untuk promo sementara. Sebagian pengiklan bahkan sengaja memberi tanda noindex pada landing page supaya tidak bersaing dengan halaman layanan utama di hasil pencarian. Pengecualiannya adalah landing page untuk layanan per kota, misalnya "jasa renovasi rumah Bogor", yang ditulis cukup lengkap sehingga juga layak tampil di pencarian organik. Untuk kedua jenis halaman, kecepatan tetap penting, karena pengunjung dari iklan maupun dari Google sama-sama cepat pergi kalau halaman lambat terbuka. Panduannya ada di artikel Core Web Vitals.
Cara memutuskan untuk bisnis Anda
Mulailah dari sumber pengunjung. Kalau dalam beberapa bulan ke depan Anda akan beriklan, siapkan landing page untuk setiap produk atau kelompok kata kunci, dan jangan arahkan iklan ke beranda. Kalau Anda ingin ditemukan lewat Google dan dipercaya calon klien perusahaan, bangun company profile dengan halaman layanan yang terpisah. Banyak bisnis pada akhirnya memakai keduanya di satu domain.
Kalau Anda ingin membicarakan mana yang perlu dibuat dulu, tim IZZLab bisa diajak konsultasi lewat WhatsApp. Detail layanannya ada di halaman jasa pembuatan website.
Artikel Lainnya
Website Wireframing: Tujuan dan Cara Melakukannya
Website wireframing adalah proses awal dalam desain dan pengembangan situs web yang digunakan untuk merancang dan merencanakan struktur serta tata letak situs web secara visual.
Apa Itu Wordpress? Inilah Penjelasan Lengkap dan Keuntungannya Bagi Bisnis Anda!
Apa Itu Wordpress? Jika Anda tertarik dengan dunia blog dan website, pasti sudah tidak asing lagi dengan platform yang satu ini. Wordpress merupakan salah satu